DENPASAR, Nusainsight.com – Piring berbahan melamin hingga kini masih menjadi pilihan favorit banyak orang. Selain tampil dengan warna menarik dan anti pecah, harganya pun relatif lebih murah dibanding piring kaca atau keramik. Namun, sering muncul kekhawatiran bahwa penggunaan piring melamin bisa memicu kanker. Benarkah demikian?
Melamin sendiri adalah senyawa berbasis nitrogen yang kerap digunakan untuk membuat peralatan makan plastik, seperti piring, sendok, dan mangkuk. Dalam kondisi normal, senyawa ini sebenarnya tidak akan bocor ke makanan maupun minuman. Tetapi, risiko bisa muncul ketika piring melamin digunakan untuk menyajikan makanan panas atau minuman asam.
Melamin merupakan senyawa berbasis nitrogen yang digunakan untuk produksi berbagai benda, salah satunya piring. Namun, benarkah penggunaan senyawa ini pada piring bisa memicu kanker?.
Faktanya, kebocoran melamin yang masuk ke tubuh terbilang sangat rendah, bahkan sekitar 250 kali lebih kecil dari batas aman menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA). Meski begitu, piring melamin juga mengandung formaldehida dan zat karsinogenik yang berbahaya bila terserap tubuh, terutama saat terpapar suhu tinggi.
Kesimpulannya, piring melamin tetap aman digunakan asalkan tidak dipakai untuk makanan terlalu panas dan tidak dimasukkan ke microwave. Pilih produk dengan label food grade agar lebih terjamin keamanannya. Bila ragu, alternatif lain seperti piring keramik, kaca, enamel, atau stainless steel bisa menjadi pilihan.(NI 01)