Ini Penyebab Orang Meninggal Saat Tidur, Waspada!

man-1846050_1280
JANTUNG - Latihan jantung harus dilakukan dengan strategi, bukan nekat. dr. Erta P.W. ungkap cara aman berolahraga bagi penderita jantung agar tetap sehat dan panjang umur.(pixabay/Pexels)

DENPASAR, Nusainsight.com – Meninggal dunia saat tidur seringkali memicu rasa takut dan penasaran. Banyak orang bertanya-tanya, bagaimana mungkin seseorang yang terlihat sehat, masih bercanda malam harinya, lalu tidak pernah bangun lagi keesokan paginya?

Menurut dr. Erta, Sp.JP, dokter spesialis jantung dan pembuluh, fenomena ini sebenarnya dapat dijelaskan secara medis. “Penyebab paling umum adalah gangguan irama jantung mendadak adalah sudden cardiac arrest (henti jantung mendadak). Ini berbeda dari serangan jantung. Jika serangan jantung terjadi karena aliran darah ke otot jantung terhambat, henti jantung justru akibat gangguan listrik yang membuat jantung berhenti secara tiba-tiba,” jelasnya.

Selain itu, kondisi genetik seperti Brugada Syndrome atau Long QT Syndrome juga bisa menyebabkan kematian mendadak saat tidur, terutama pada usia muda. Sayangnya, kondisi ini sering tidak terdeteksi tanpa pemeriksaan EKG khusus.

Baca Juga  Tanda Jantung Anda Bermasalah yang Sering Diabaikan

Tak hanya soal jantung, sleep apnea atau gangguan pernapasan saat tidur juga jadi penyebab serius. Penderita sleep apnea sering mendengkur keras, lalu tiba-tiba terdiam dalam waktu lama sebelum bernapas lagi. “Kondisi ini menurunkan kadar oksigen dalam darah drastis, yang bisa fatal jika dibiarkan,” tambah dr. Erta.

Waspadai juga faktor lain antara lain stroke saat tidur akibat tekanan darah tinggi, keracunan karbon monoksida dari genset atau bahan bakar di ruangan tertutup, efek samping konsumsi obat tidur sembarangan, hingga hipoglikemia berat pada penderita gula darah.

“Kadang keluarga hanya bilang ‘meninggal karena kecapekan’. Padahal, kelelahan bukan penyebab langsung kematian, tapi bisa memicu kondisi medis yang memburuk,” jelasnya lagi.

Baca Juga  Ini Cara Mengatasi Stres Menurut Pandangan Agama Hindu

dr. Erta mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan gejala ringan seperti sering terbangun dengan napas tersengal, ngorok berat, atau punya riwayat penyakit jantung di keluarga. Pemeriksaan dini bisa menyelamatkan nyawa.

“Tidur seharusnya menjadi waktu istirahat, bukan terminal terakhir. Jaga kesehatan, kenali tanda-tandanya, dan jangan anggap remeh,” tutupnya.(NI 01)

Facebook
X
Threads
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

admin-ajax-1.jpeg