JAKARTA, Nusainsight.com – Indonesia memiliki sejumlah hotel bersejarah yang tidak hanya menghadirkan kenyamanan, tetapi juga menyimpan cerita panjang perjalanan bangsa. Dari perjuangan kemerdekaan hingga perkembangan pariwisata, hotel-hotel ini menjadi saksi bisu yang kini juga menjadi simbol kebanggaan nasional.
Hotel Indonesia Kempinski Jakarta, misalnya, merupakan hotel bintang lima pertama di Indonesia yang diresmikan pada 1962 oleh Presiden Soekarno. Mengutip laman Kempinski Hotels, Bung Karno menggandeng arsitek Abel Sorensen untuk merancang hotel ini sebagai ikon kebanggaan nasional. Hotel tersebut bahkan menjadi tempat menginap para tamu penting saat Asian Games ke-4.
Di Surabaya, Hotel Majapahit berdiri megah dengan gaya kolonial sejak 1910. Menurut laman Disbudporapar Surabaya, hotel ini menjadi saksi peristiwa heroik 19 September 1945 ketika bendera Belanda dirobek, simbol perlawanan rakyat terhadap penjajah.
Sementara itu, Yogyakarta memiliki Hotel Royal Ambarrukmo yang berdiri sejak 1966. Berdasarkan laman Ambarrukmo, hotel ini memadukan arsitektur internasional dan budaya Jawa, lengkap dengan tradisi bangsawan seperti Patehan dan Jemparingan.
Tak kalah bersejarah, Hotel Tjampuhan & Spa di Ubud, Bali, yang didirikan pada 1928 menjadi tempat favorit seniman dunia, termasuk pelukis Jerman Walter Spies. Laman Tjampuhan Bali mencatat hotel ini sebagai penghormatan bagi warisan seni Ubud.
Di Malang, terdapat Hotel Pelangi yang sudah berdiri sejak 1915 dengan nama awal ‘Palace Hotel’. Melansir Disporapar Malang Kota, hotel ini kemudian berganti nama pada era Presiden Soeharto tahun 1953. Arsitektur Belanda yang masih terawat membuatnya menjadi destinasi bersejarah.
Kelima hotel bersejarah tersebut kini bukan sekadar penginapan mewah, tetapi juga destinasi wisata yang menghidupkan kembali memori perjalanan panjang Indonesia.(NI 01)